Merangkum perjalanan berkeliling Indonesia, dengan segala pernak-pernik sosial-politik-budaya dan banyolannya.
Rabu, 16 November 2011
Kurus-korban media
kami adalah perempuan yang takut gemuk....
dalam statistik kami adalah ada ribuan bahkan jutaan malah puluhan juta dari 7 miliar penduduk dunia yang takut gemuk
jadi begitulah....
kami adalah pecinta timbangan badan sejati
pecinta rubrik kesehatan untuk mengukur kalori
pil-pil dan teh diet..
pecinta senam, qym, fitnes club
dan kolam renang
beberapa dari kami bahkan terjebak dengan muntahan setiap habis makan,
rumah sakit karena kurang gizi akibat anoreksia
yang jarang kami sadari adalah:
kami ini sexy....
memang bukan ranting berjalan
maupun tulang belulang dalam balutan fashion
tapi kami ini termasuk dalam kategori 'menggiurkan...'-begitulah kata lelaki
dalam kamus hidup kami dari 0-sekarang
kami ini tidak pernah gemuk
ada yang bilang kami ini ..............
ada yang bilang montok
ada yang bilang sintal
ada yang bilang seksi juga......
how ever....
seksi yang harus seperti ranting dan tulang belulang itu hanyalah kata media
hanyalah kata mereka yang 'melihat' tapi tidak 'merasakan'
belajarlah untuk mencintai diri sendiri
I AM PRETTY
I AM SEXY
Kamis, 03 November 2011
Tentang PRT
ada yang liat tv one gak semalem?....
Nasib negeri ini berbanding lurus dengan kemampuan kita menahan diri
Rabu, 19 Oktober 2011
Palangkaraya Kalimantan Tengah
Beda Tanah
Karena tanah berupa pasir, ada beberapa yang aku notice karenanya, antara lain:
- Suara jadi lebih keras: meskipun jarak antara kamar dengan jalan lumayan jauh kurang lebihnya 8-14 meter, tapi setiap suara terdengar jelas, langkah kaki, suara motor, anjing kejar-kejaran..sepertinya suara itu persis di depan rumah, di Semarang yang jarak kamar dan jalan cuma 3 meter nggak gitu-gitu amat.bisa jadi karena tanah pasir lebih berongga, sehingga suara tersalur lebih cepat tanpa teredam sementara di Semarang tanahnya padat sehingga meredam suara yang ada.
- Pohon-pohonnya....beda!. Beda hijau dan terutama beda kerimbunannya...kok di Pky, pohonnya kurus-kurus ya?, he he habis yang ndut-ndut udah ditebangi semua. beberapa tanaman sayur yang tumbuh juga beda, ada bayam yang warnanya hijau pucat ada yg hijau juga, karena aku bukan ahli botani, aku nggak bisa memutuskan apakah mereka beda species atau kurang gizi
- Banyak E'ek guk guk...ya jelas, di jawa aja, guk-guk, tikus, pus senengnya e'ek di pasir..kalo di PKy tanahnya pasir semua, jadi mereka jadi bebas merdeka e'ek di mana mana
- Selokan..saluran air??? di Semarang, banyak saluran air, tapi pada mampet n tergenang. di sini, saluran airnya nggak gitu teratur, untungnya tanahnya dari pasir, air lebih cepat masuk ke dalam tanah. tapi nggak tahu kalo musim ujan ntar.
- sayuran jelas, harga jauh lebih mahal daripada Semarang, bisa 5 kali lipat, di sana seikat sawi 500 rupiah, di sini seikat sawi 1000rupiah tapi isinya cuma sepersepuluhnya. Di Semarang sayur sop standar(kentang,kol,wortel,daun bawang n daun seledri) juga 500 rupiah, di sini 5000 rupiah. Beberapa bahan memang ada yang ditanam disini, tapi harganya tetap mahal, hal ini dikarenakan biaya perawatan di tanah gambut or tanah pasir lebih mahal daripada tanah vulkanik.
- Ikan laut, harganya memang nggak beda jauh jauh amat, kalo di Semarang udang besar sekilo 24 rb, disini 35rb tapi yang beda mutunya. karena dekat laut, di Semarang ikan laut jauh lebih segar, sedang di sini, sudah menempuh perjalanan jauh, aku bahkan pernah menemukan(membeli) udang yang udah di kaporit..langsung aku kasih kucing, ternyata kucingnyapun nggak doyan. ikan yang lain juga gitu....bagi penggemar berat seafood kayak aku, ini adalah cobaan berat.
- Ikan sungai maupun ikan hasil perkembangbiakan juga lebih mahal, bukan kenapa kenapa tapi antara demand n supply nggak seimbang. yang ternak dikit, yang nangkap ikan dikit tapi yang makan banyak (Pky sebagaian besar penduduknya adalah pegawai)
- Hampir semuanya 1-2x lebih mahal
- Kecuali kalo ketipu, bisa berpuluhkali lebih mahal. karena meskipun sudah bentuknya toko n ada label harganya, menawar adalah hal wajar dilakukan. untuk seorang yang nggak bisa nawar kayak aku,pasrah aja deh....aku udah berkuali-kuali ketipu, rugi baik materiil maupun spritual (alias gondok).
- Belilah barang yang mereknya sudah dikenal untuk menjamin mutunya : misal: pilihlah Bigland untuk springbed, jangan coba2 milih yg tanpa merek atau merek palsu.
- kalau di Jawa, barang2 produk Unilever-Lion atau merek besar lain bisa jadi lebih mahal dari produk lainnya. kalo di Palangkaraya, harga tsb bedanya sangat tipis, mahal kadang sama. hal ini terjadi karena barang2 produk unilever lebih kuat dalam distribusi sehingga dapat menekan biaya pengiriman, sampai Pky, jadinya lebih murah.
KORUPSI salah siapa?
apakah pemerintah?.... bukankah pemerintah merupakan sebuah institusi yang terdiri dari jiwa-jiwa yang seharusnya memiliki nurani?. dan pula pemerintah kita merupakan pesanan blueprint dari negara-negara adidaya. mereka tidak akan berdaya dengan apapun yang terjadi selama hegemoni berkuasa.
apakah penegak hukum?...bukankah penegak hukum juga manusia yang seharusnya memiliki nurani?
apakah orang tua?, apakah tempat kita belajar?....
semua ikut andil dalam bobroknya negeri ini, digeroroti dengan rakus oleh korupsi.
Kita flashback sebentar tentang Indonesia.
Negeri dengan 250 juta jiwa. semua jiwa-jiwa ini kita asumsikan semua beragama. 0,00000001% mungkin atheis, tapi tetap punya KTP dengan salah satu agama nasional kita di dalamnya.
250 juta jiwa tersebut pasti pernah datang ke masjid atau gereja , menghadiri pengajian atau mendengar pengajian dari televisi atau dari manapun. lantas kenapa kajian-kajian agama tersebut, pengajian-pengajian tersebut. tidak memberi dampak terhadap penurunan jumlah korupsi di negri kita?.
Jawabannya adalah....
para pemuka agamanya atau pemimpin pengajiannya tidak pernah berhasil menanamkan kebencian terhadap korupsi pada peserta pengajiannya.
malah banyak dari ulama dan pemuka tersebut yang mendukung korupsi. sadar maupun setengah sadar.
contoh nih:
1. ada bakal calon bupati/walikota mau ikut pilkada, mereka nyumbang duit buat bangun pesantrennya. kenapa ulama tersebut tidak mempertanyakan asal duit tersebut?. dan apa tujuan mereka jadi bupati atau walikota yang gaji sesungguhnya gak ada 10 juta perbulan sampai mereka rela mengorbankan duit bermilyar2 demi jadi bupati/walikota/politisi?.
2. ada polisi/penegak hukum yang bakal pindah tugas, lantas menghibahkan segala macam kepemilikannya untuk pihak masjid atau kegiatan keagamaan lainnya. kenapa ulamanya tidak menolak, padahal tahu gaji polisi juga 'segitu-gitu' doang. impossible bisa beli sebuah Land Rover padahal baru 3 tahun jadi polisi. (kalo alasannya ortunya kaya atau punya bisnis lain...dilihat lagi dong asal bisnisnya....)
3. ada ustad yang sangat menanamkan sedekah dalam setiap kajiannya, karena dengan sedekah pada harta tidak akan berkurang malah berlipat ganda. tapi ustad tersebut tidak pernah menanamkan unsur ikhlas dalam bersedekah, dan tidak pernah menanamkan bahwa uang yang disedekahkan juga harus uang halal. alhasil, jadilah yayasan ustad tersebut berjaya....dengan uang dari para koruptor...
4. Banyak sekolah, yayasan keagamaan yang senantiasa bersenang hati bila mendapatkan sumbangan dari pihak-pihak (orang tua murid juga termasuk) yang terlihat track recordnya bahwa mereka adalah koruptor...bahkan tidak segan-segan mereka mengajukan proposal minta uang haram pada para koruptor tersebut.
5. banyak ulama/ustad/ atau pemuka agama apapun bersedia menerima uang dari pihak2 yang tidak jelas asal usul uangnya demi mengembangkan tempat ibadah maupun lembaga pendidikan agama. para pemuka agama seringkali membawa embel-embel bahwa sedekah tersebut membersihkan uang haram tersebut.
bro and sis...tidak ada uang haram yang bisa dicuci lantas jadi halal. bahkan dengan money laundry sekalipun. segala yg asalnya haram tetap akan jadi haram. tidak akan mengurangi dosa-dosa karena panjenengan sami mendapatkan uang tersebut dari mendholimi mahluk lain.
Aduhai pak ustad, ulama, pendeta, or siapapun anda...bukankah moralitas bangsa ini berada dipundak kalian semua.
lantas bagaimana kalian berbangga bila masjid, gereja, pesantren dan sekolah anda dibangun dari uang hasil pendholiman terhadap mahluk lain???
bila kalian mau menerima uang dari pihak2 yang berkorupsi dan mendholimi pihak lain tersebut....jelas hal tersebut adalah legalisasi terhadap korupsi
bahkan kalian meminta uang ataupun fasilitas lain dari mereka....jelas anda melegalisasi korupsi.
jadi, saya pribadi, tidak akan menyalahkan amerika, pemerintah, penegak hukum atau apapun itu. yang paling bisa disalahkan dalam hal ini jelas para pembina moral, akhlak dan nurani yang tidak paham TUPOKSI nya ini sebagai tulang punggung sekaligus ujung tombak untuk jadi hati nurani umatnya menjadi umat anti korupsi.
Kamis, 22 September 2011
Pendidikan utk buah hati kita...
PENDIDIKAN HOLISTIK
Fakta: Banyak dari kemampuan yang kita perlu dan kita mampu lakukan untuk bertahan hidup, menghadapi tantangan dan akhirnya mencapai kesuksesan bukan berasal dari apa yg kita pelajari semasa kita sekolah.
1. TUJUAN PENDIDIKAN HOLISTIK
a. Menyiapkan peserta didik untuk dapat menghadapi tantangan kehidupan dan juga masalah akademis. Mengingat zaman sudah berubah, maka pendidikan juga harus berubah.
b. Penting bagi anak untuk belajar tentang:
- Dirinya sendiri: anak mengenali dirinya, bakatnya dan potensinya
- Hubungan Sosial yang sehat: contoh: anak usia dini sangat tidak dianjurkan untuk mengikut lomba, karena anak harus diajarkan untuk bersinergi dan bukan berkompetisi
- Belajar pengembangan social
- Belajar Tahan banting, hal ini sangat penting untuk kemandirian, kesabaran, kesungguhan dan kemampuan untuk bangkit kembali setelah terjatuh.
- Belajar untuk menikmati keindahan ciptaanNya, ketakjuban dan mengalami hubungan dengan RabbNya, sehingga anak akan senantiasa bersyukur dan selalu mencinta MahlukNya.
2. MENGAPA PENDIDIKAN HOLISTIK
a. Karena keunggulan akademis sudah tidak mencukupi
b. Karena terjadi banyak sekali kekerasan dalam bentuk fisik, psikologis dan emosional. Hal tersebut terjadi karena pendidikan karakter tidak diajarkan. Sehingga pendidikan karakter sangat urgen
c. Sikap Negatif terhadap belajar. Anak seringkali belajar karena terpaksa atau karena motivasi yang salah. Solusinya anak harus ditumbuhkan motivasi internal sehingga anak senang belajar. Anak dapat belajar kapan saja, di mana saja dan dengan siapa saja.
d. Meningkatnya persaingan dalam kehidupan social, sehingga anak harus memiliki kemampuan khusus , kemampuan tersebut harus di upgrade.
e. Selama ini anak belajar namun tidak bermakna, sehingga penanaman nilai dan makna harus lebih ditekankan.
3. APA YANG DIBUTUHKAN ANAK? (bukan apa yang diinginkan orang tua)
a. Anak perlu belajar akademis karena tuntutan dunia modern
b. Anak perlu mengenal dirinya agar menghargai dirinya dan memiliki harga diri positif.
c. Anak perlu belajar bersosialisasi karena ini adalah sumber kebagahian dan tidak dapat diberikan, melainkan harus dilatih
d. Anak perlu mengelola emosinya karena emosinya dapat berpengaruh positif maupun negative terhadap melejitnya potensi anak. Anak memiliki inisiatif
e. Sikap tahan banting (tidak manja, mandiri dan tidak mudah menyerah) sangat penting untuk mengatasi kesulitan , menghadapi tantangan dan untuk kesuksesan di masa yang akan datang
f. Anak harus memaknai bahwa semua ciptaanNya tidak ada yang sia-sia. Hal ini berdampak bahwa anak akan menghargai mahluk lain, meskipun sangat remeh (semut, ulat), dia juga akan menghargai teman-temannya yang berbeda.
g. Anak harus dapat melihat dan merasakan ketakjuban ciptaan Allah Swt. Merasakan nikmat iman sehingga kehidupan kita terasa sejuk dan berisi.
4. ANAK YANG SIAP DIGAMBARKAN SBB:
a. Percaya diri, ramah dan mampu membangun hubungan baik dengan teman sebayanya.
b. Mampu berkonsentrasi dan terus bertahan terhadap tantangan yang diberikan
c. Mampu berekspresi secara efektif (senang-sedih-marah-frustasi). Member pengertian pada anak melampiaskan emosinya secara benar.
“Boleh marah, tapi tidak berteriak sayang..coba ceritakan kenapa kamu marah?”
“Boleh bersenang-senang tapi tidak dengan berpesta ya…”
d. Mampu menyimak instruksi dan memberikan perhatian
si bolang takut pulang
SI BOLANG TAKUT PULANG
Hapeku berbunyi lagi, bergetar-getar dulu, baru bersuara.aku Cuma melirik sekilas untuk melihat siapa yang menelfonku sepagi ini, mengganggu acara tidur seusai subuhku saja.
Tapi melihat nama yang tertera dilayar, sepertinya aku tidak boleh mengabaikan si penelpon pagi ini.
Aku angkat telfonnya.
“Assalammuaikum…..”sapaku malas-malas dengan suara bangun tidurku, yang kuharap tidak terlalu seksi terdengar.
“Malandau sampai jam segini…..”gerutu si penelfon, “wa alaikum salam” barulah dia menjawab salamku kemudian.
“Elok….liburankah?” tanyanya.
Maksudnya liburan ditempatku mengajar. jelas bukan liburan tempatku kuliah, karena aku sedang menyelesaikan tugas akhir, liburan semester tak ada maknanya lagi…karena sepanjang semester ini aku sudah libur karena mata kuliahku hanya tersisa 2, itupun karena aku harus mengulang mengingat dosen-dosen itu dengan pelitnya memberiku nilai D dan E di mata kuliah mereka.
“Iya Yah” dengan berat kubenarkan pertanyanya si penelpon, yang adalah Ayahku, teroris abad ini….ya…bagiku dia adalah teroris yang menerorku untuk selalu pulang selama beberapa bulan terakhir ini.
“Pulang am….”katanya.
“masih ada pekerjaan Yah” jawabku.
“Skripsimu kah?...bagaimana skripsimu?” tanyanya.
Oh..mamamia…ini adalah pertanyaan yang lebih menakutkan dari pada terror….”iya Yah, aku masih kejar-kejar dosen untuk acc proposal…”
“oh astaga….ikam bahkan belum seminar proposal?.....”
Ya…..ternyata mengejar dosen tidak semudah mengejar mas-mas tukang bakso yang lewat didepan kos, sementara teman-temanku satu persatu sudah mulai skripsi, ada yang seminar skripsi dan bahkan sudah ada yg masuk list wisuda Juli ini, aku masih terkatung-katung di langkah pertama….mengejar dosen untuk acc proposal.
Perihal skripsi ini pula yang membuatku tidak punya muka untuk pulang kampong dan menghadap ayah tercinta.
Padahal betapa rindunya aku pada Lamandau…ehm..bagi yang belum tahu Lamandau, Lamandau adalah kota kecil di daerah Kalimantan Tengah, berjarak hampir sehari perjalanan darat dari ibu kota Kalteng PalangkaRaya. Bisa juga dijangkau dengan speed, kalau air sedang tidak surut. Please check wikimapia.
Betapa rindunya aku pada sungainya, sungai Lamandau, sungainya berwarna coklat membawa lumpur,di tepiannya kadang berwarna hitam membawa unsure organic dari daun-daun yang membusuk dari hutan. Sedikit beriak karena tidak terlampau dalam di beberapa tempat, pada musim-musim tertentu airnya hanya sepinggang orang dewasa.
Sungai Lamandau tercintaku, tempat aku menghabiskan masa kecil dan remajaku yang gilang gemilang.
Masa kecil di mana aku biasa terjun bebas dengan riang di airnya yang coklat, terjun setengah telanjang dengan bebas….ha ha ha …tolong jangan bayangkan aku telanjang seperti itu, anak perempuan memakai baju dalamnya, saat beranjak remaja dan dewasa para gadis dan ibu-ibu memakai kain sedada saat turun ke sungai.
Masa kecil saat aku dan teman-teman memancing ikan, mengangkat buluh maupun menangguk ikan saat sungai sedang surut di musim kemarau.
Masa kecil dimana aku melihat ayah menyeret seekor ikan belida BESARRRR, sebesar seekor rusa. Saat ini ikan belida sudah sangat langka, untuk mendapat ikan belida seukuran lengan orang dewasa adalah sangat beruntung.
Aku khawatir bila anak-anakku tidak bisa lagi menikmati ikan belida…dan bahkan cucuku hanya melihatnya dalam gambar. Mengingat besarnya perusakan hutan dan pembukaan hutan untuk perkebunan sawit yang sangat besar ini, merusak segala keragaman hayati di seluruh Kalimantan.
Bahkan burung gerejapun tidak lagi bertengger di depan rumahku setahun lalu saat aku pulang, dan semakin aku jarang menjumpai kunang-kunang yang terbang riang dimalam hari.
Salah seorang temanku yang cantik sering kali bilang bahwa tidak akan lama lagi Kalimantan akan menjadi gurun seperti halnya Nigeria di Afrika. Aku belum pernah meninggalkan pulau ini kecuali ke Bali saat karyawisata. Jadi aku belum dapat membandingkan apapun diluar pulau ini.
Namun Bunda Prabu, demikian aku menyebut temanku yang cantik itu…mengatakan: berbeda dengan pulau Jawa, Sumatera dan Sulawesi yang memiliki gunung berapi, di mana letusan gunung tersebut menyediakan banyak unsure hara yang tak ada habisnya bagi tanah sehingga tanah akan selalu subur setelah dieksploitasi. Kalimantan tidak punya letusan gunung, bila hutan dibabat habis, maka habislah cadangan makanan dan air didalam tanahnya (yang adalah tanah gambut).
Pembabatan hutan dilanjutkan oleh penanaman tanaman sejenis semisal sawit, yang monoculture sangat mengeksploitasi tanah dan menghabiskan unsure-unsur hara dalam tanah dengan sangat cepat.
“Mungkin ketika cicit kita bercucu” kata Bunda Prabu,” yang tersisa dari Kalimantan ini hanya pasir” (tanah dikalimantan bukan tanah merah seperti di Jawa, tapi pasir putih seperti di Kuta), dan saat ini sudah dimulai.
Dan kenapa aku jadi ikut-ikutan Bunda Prabu, mengkhawatirkan bahwa cucu dari cicitku akan kekeringan dan kelaparan seperti anak-anak gurun pasir di Nigeria?.
Bukankah aku seharusnya mengkhawatirkan skripsi…dan mengkhawatirkan aku kan diomelin Bunda Prabu karena aku telat lagi masuk kerja….oh lala…jam 6.15….!
Hup!, aku meloncat turun dari kassurku yang tidak bersprei dan menyambar handuk. dengan putus menyadari bahwa aku harus ngantri di kamar mandi…dan mengutuki bahwa aku sebenarnya sudah bangun dari tadi, bisa mandi dari tadi, tapi aku lebih senang melamun di kasur daripada bangun dan mandi.
Seperti biasa, Bunda Prabu menyambutku dengan senyum cerahnya yang manis, semanis bingka yang kumakan pagi ini sebelum sarapan. Ya…meskipun suka ngomel-ngomel Bunda Prabu memang memiliki kepribadian menarik, yang membuat orang senantiasa mau dekat…dan bersedia menebalkan telinga untuk diomelin.
“Melandau lagikah??? Sepanjang bulan ini absensimu merah semua…” gerutunya sambil tersenyum. Aneh, kenapa kalo yang ngomel Bunda Prabu jadi terlihat seksi, sementara kalo yang menegurku kepala sekolah jadi terlihat seperti disaster ?.
Aku nyengir… memasang wajah melas sekaligus manja. “Iya am….gimana dong bu…”sahutku berusaha bermanis-manis.
Bunda Prabu menaikan hidungnya ke atas, gaya mencibirnya yang khas. “ya…kesalahanmu ini bisa bu Elok tebus, kalo bu elok mengajakku pulang ke Lamandau..ya ya ya..ajak aku pulang ya??” seketika gaya judesnya berganti dengan gaya merajuk.
Bunda Prabu, memang backpacker sejati, meskipun terlihat imut di usia yang ke 31 tahun, dia adalah orang yang doyan merambah ke tempat-tempat yang tidak ada dalam peta wisata Indonesia.
“Elok tidak pulang bu….” Sahutku.
“HaiyaH!” dia melemparkan tangannya ke atas dengan sebal. “kapan lagi memangnya kita ada kesempatan?. Semester depan Bu elok sudah mundur dari sini, semester depannya lagi aku pulang ke Jawa saat liburan, dan semester depan-depannya lagi suamiku mungkin sudah dipindah lagi entah ke mana…hiks…jangan-jangan aku tidak akan menginjak tanah lamandau…”
Aku tidak memahami kesedihannya dan kemarahannya karena tidak bisa main ke Lamandau, karena toh, aku pasti pulang. Ini hanya menunda pulang.
Aku toh akan pulang begitu ada kejelasan soal skripsiku.
Untuk bertemu Ayah, Ibu, Kebun karetku dan sungai Lamandau-ku. Untuk mencebur dengan riang di sana meskipun diikuti puluhan pasang mata karena aku mencebur lengkap dengan kerudung yang panjang.
Untuk melihat senyum ayahku dan omelan Ibuku, yang lebih jago ngomel daripada Bunda Prabu….but anyhow…aku toh sayang dengan orang-orang yang ngomelin aku.
Aku menatap mata Bunda Prabu, dengan sedikit penyesalan.
“Maaf bu…” kataku pelan. “Tapi aku takut pulang….”
****End On This-25/8/2011. Tks to Ita.*****
Ket:
Malandau/melandau : kesiangan
…am : serupa dengan:…..dong. (akhiran dalam bahasa Mendawai-suku dayak di
Lamandau)
Bingka : makanan sejenis serabi, manis dan dibakar di oven atau tungku, khas
daerah Banjarmasin
ikam: kamu
buluh : perangkap ikan = lukah.
Menangguk : mengambil ikan dg keranjang saat air surut.
\